Ekuador Terapkan Jam Malam Lagi pada November
Daniel Noboa mengumumkan jam malam di sejumlah provinsi pesisir Ekuador pada 1-10 November 2026. Pemerintah menyebut kebijakan serupa pada September menekan kejahatan hingga 40 persen.
Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan jam malam baru di sejumlah provinsi pesisir pada 1-10 November 2026. Pembatasan itu menjadi bagian dari operasi khusus untuk memerangi kejahatan terorganisir, setelah pemerintah menyatakan kebijakan serupa pada September mampu menurunkan tingkat kejahatan hingga 40 persen.
Dalam wawancara dengan Radio Centro pada Rabu, 14 Oktober 2026, Noboa mengatakan operasi keamanan berikutnya akan berlangsung selama sepuluh hari. Namun, pemerintah belum menyebutkan provinsi yang akan terkena pembatasan maupun jam mulai dan berakhirnya aturan tersebut.
Pengumuman itu juga belum menjadi kebijakan resmi. Hingga keterangan Noboa disampaikan, pemerintah belum menerbitkan dekrit eksekutif yang merinci wilayah sasaran dan ketentuan jam malam.
Evaluasi jam malam Ekuador pada September
Kebijakan baru ini mengikuti penerapan jam malam pada 17-30 September di Guayas, Los Rios, Manabi, dan El Oro. Saat itu, warga dibatasi bergerak mulai tengah malam hingga pukul 05.00 waktu setempat. Noboa menyebut pembatasan September sebagai penerapan jam malam serupa yang ketiga sepanjang tahun ini; kebijakan November akan menjadi yang keempat.
Menurut klaim pemerintah, tingkat kejahatan turun 40 persen selama kebijakan sebelumnya. Noboa juga melaporkan penurunan kasus pemerasan. Ia menyatakan operasi keamanan telah melemahkan kelompok kriminal dengan menyasar sumber keuangan serta para pemimpinnya.
Angka tersebut menjadi alasan yang dikemukakan pemerintah untuk kembali menggunakan pembatasan mobilitas. Namun, rincian mengenai metode penghitungan penurunan kejahatan itu tidak disampaikan dalam pengumuman Noboa. Data yang tersedia dari pemerintah hanya menjelaskan hasil yang diklaim dan cakupan kebijakan pada September.
Penyitaan narkoba dan operasi keamanan
Selain menyebut penurunan kejahatan, Noboa mengungkapkan aparat menyita lebih dari delapan ton narkoba selama September. Ia memperkirakan penyitaan itu menimbulkan kerugian sekitar 400 juta dollar AS bagi organisasi kriminal, atau setara Rp 7,12 triliun.
Pemerintah menggambarkan operasi keamanan sebagai upaya yang tidak hanya membatasi pergerakan warga pada malam hari, tetapi juga menekan kemampuan kelompok kriminal. Sasaran yang disebut Noboa mencakup keuangan dan kepemimpinan organisasi tersebut. Meski demikian, belum ada rincian lebih lanjut mengenai bentuk operasi khusus yang akan menyertai jam malam November.
Rencana pembatasan kali ini bertepatan dengan periode libur awal November di Ekuador. Pemerintah diperkirakan akan menerbitkan dekrit yang memuat wilayah terdampak dan rincian aturan. Sampai dokumen resmi itu keluar, cakupan serta waktu pemberlakuan jam malam masih belum diketahui.
Jam malam di tengah konflik bersenjata internal
Ekuador berada dalam status konflik bersenjata internal sejak 2024. Status itu ditetapkan setelah Noboa menyebut kelompok kriminal sebagai organisasi teroris dan meningkatkan operasi militer serta kepolisian.
Tekanan keamanan negara itu tercermin dalam angka pembunuhan. Data yang dikutip Kementerian Dalam Negeri menunjukkan sekitar 9.300 kasus pembunuhan tercatat sepanjang 2025, jumlah tertinggi dalam sejarah Ekuador.
Dalam konteks tersebut, jam malam menjadi salah satu langkah yang terus digunakan pemerintah untuk menghadapi kejahatan terorganisir. Efektivitas kebijakan November akan bergantung pada rincian pelaksanaannya dan hasil operasi yang menyertainya. Perhatian berikutnya tertuju pada dekrit resmi, terutama provinsi yang masuk dalam cakupan serta batas waktu bagi warga untuk beraktivitas.
