Wisatawan Naik Gunung Anak Krakatau, Radius 3 Km Terlarang
Puluhan wisatawan terlihat berada di lereng Gunung Anak Krakatau dan turun setelah mengetahui kehadiran petugas. PVMBG kembali mengingatkan larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Puluhan wisatawan terlihat berada di lereng Gunung Anak Krakatau, meski pemerintah melarang siapa pun mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer. Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memergoki rombongan itu saat melakukan perawatan peralatan pemantauan di kawasan tersebut.
Para wisatawan yang belum diketahui asalnya itu sempat berswafoto dan merekam video. Setelah mengetahui ada petugas PVMBG, mereka berbondong-bondong turun dari gunung dan meninggalkan lokasi yang termasuk kawasan cagar alam.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan temuan tersebut. Ia menegaskan, kawasan itu masih berbahaya dan wisatawan perlu mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.
Wisatawan terlihat saat petugas merawat alat pemantauan
Keberadaan rombongan terungkap ketika tim pemantau berada di Gunung Anak Krakatau untuk melakukan pemeliharaan peralatan. Saat itu, petugas melihat wisatawan berada di lereng dan melakukan aktivitas yang mereka rekam sendiri.
“Iya, kemarin saat tim maintenance peralatan berada di sana, mereka melihat ada wisatawan. Kami mengimbau semua pihak mematuhi rekomendasi karena kawasan itu masih berbahaya untuk keselamatan,” kata Andi, Senin (3/10).
Belum diketahui secara pasti bagaimana para wisatawan bisa memasuki kawasan yang dilarang. Andi menduga mereka menggunakan kapal sewaan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi, lalu mendekati Gunung Anak Krakatau. Dugaan itu masih perlu didalami.
“Kemungkinan menggunakan kapal dari arah Sebesi. Untuk bagaimana mereka bisa sampai ke sana masih kami dalami,” ujarnya.
Begitu menyadari keberadaan petugas, rombongan tersebut meninggalkan lereng. Namun, temuan ini kembali menunjukkan pentingnya pengawasan dan penyampaian informasi kepada wisatawan sebelum mereka beraktivitas di sekitar kawasan gunung api.
Pengawasan diperketat, larangan radius 3 kilometer diingatkan
Menindaklanjuti kejadian itu, Pos Pantau Gunung Anak Krakatau berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, dan pemerintah daerah. Koordinasi dilakukan untuk memperketat pengawasan sekaligus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan.
Imbauan agar wisatawan tidak mendekati gunung sebelumnya juga telah disampaikan pemerintah kecamatan di kawasan Dermaga Canti. Andi meminta seluruh pihak kembali mengingatkan masyarakat, termasuk orang-orang yang hendak berangkat menuju Pulau Sebesi atau kawasan sekitarnya.
“Kami sudah meminta agar semua pihak terus mengingatkan masyarakat dan wisatawan supaya tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya pemerintah kecamatan juga telah mengeluarkan imbauan di kawasan Dermaga Canti,” ujarnya.
Larangan yang disampaikan merujuk pada rekomendasi PVMBG: masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Batas tersebut tetap berlaku meskipun aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun.
Status siaga III masih berlaku meski aktivitas menurun
Andi menegaskan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Erupsi terakhir tercatat terjadi pada 25 Juli 2026. Ia juga menyebut rekaman tremor masih cukup tinggi sehingga potensi bahaya belum dapat diabaikan.
Dengan kondisi itu, penurunan aktivitas dalam beberapa hari terakhir bukan alasan untuk memasuki zona terlarang. Peringatan dini tetap diberikan kepada masyarakat sebagai langkah untuk mengurangi risiko keselamatan.
“Jangan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Imbauan ini demi keselamatan bersama,” tegas Andi.
Pengawasan di jalur laut dan sosialisasi di titik keberangkatan menjadi bagian penting agar larangan tersebut dipahami sebelum wisatawan berangkat. Bagi siapa pun yang berencana mengunjungi kawasan sekitar, memeriksa imbauan resmi dan menjaga jarak dari kawah aktif merupakan langkah utama untuk mengutamakan keselamatan.
