Lumiland Tasikmalaya Gratiskan Tiket untuk Guru
Lumiland di kawasan Dadaha, Tasikmalaya, menggratiskan tiket bagi guru se-Indonesia dengan menunjukkan identitas. Tiket gratis juga disiapkan untuk siswa SD setempat.
Festival lampu Lumiland di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, memberikan tiket masuk gratis bagi guru dari seluruh Indonesia selama penyelenggaraan acara pada 9 Oktober hingga 15 November 2026. Guru cukup menunjukkan identitas kepada petugas loket untuk memperoleh akses tanpa biaya.
Program tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya. Komisaris Lumiland, Eko, mengatakan fasilitas gratis berlaku bagi guru dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk guru PAUD, guru ngaji, dan pengajar madrasah.
Persyaratan masuk gratis Lumiland untuk guru
Guru yang ingin memanfaatkan tiket gratis dapat menunjukkan salah satu identitas, seperti kartu identitas atau KTP maupun KTA PGRI. Bukti tersebut disampaikan kepada petugas yang berjaga di loket Lumiland.
“Bisa ID Card atau KTP, KTA PGRI, dan itu berlaku untuk semua guru SD SMP SMA sederajat, termasuk guru PAUD, guru ngaji Madrasah dan lainnya. Tunjukan saja ke petugas yang ada loket Lumiland,” kata Eko kepada awak media, Jumat, 9 Oktober 2026.
Dengan ketentuan itu, program tidak terbatas pada guru sekolah formal. Pengajar PAUD, guru ngaji, serta guru madrasah juga termasuk dalam kelompok yang disebut dapat masuk gratis, selama menunjukkan identitas kepada petugas.
Program ini digelar bertepatan dengan perayaan ulang tahun Kota Tasikmalaya. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi disebut menggagas pemberian tiket gratis tersebut sebagai salah satu cara untuk memeriahkan HUT kota yang ke-25.
Tiket gratis bagi siswa sekolah dasar
Lumiland juga menyiapkan tiket gratis untuk siswa sekolah dasar di Kota Tasikmalaya. Menurut Eko, petugas akan mendatangi sejumlah sekolah pada Senin, 12 Oktober 2026, untuk membagikan tiket tersebut.
Eko menyebut jumlah tiket gratis yang disiapkan mencapai 50 ribu. Apabila masih tersedia tiket setelah pembagian di Kota Tasikmalaya, pihaknya membuka kemungkinan membagikannya kepada siswa di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis.
Ia memperkirakan nilai keseluruhan tiket gratis itu sekitar Rp 1 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai gambaran nilai tiket yang dibagikan dalam program, di tengah harga masuk reguler yang ditetapkan untuk pengunjung umum.
Harga tiket dan jam operasional Lumiland
Untuk pengunjung umum, harga tiket masuk Lumiland ditetapkan Rp 35 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak. Anak berusia di bawah tiga tahun tidak dikenai biaya masuk. Area festival dibuka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
Eko menyatakan tarif tersebut juga digunakan di sejumlah kota lain tempat Lumiland hadir, antara lain Kediri, Probolinggo, Solo, Purwokerto, dan Cirebon. Ia menyebut harga tiket itu sebagai tarif standar, sembari menyoroti jumlah tiket gratis yang disediakan di Tasikmalaya.
Lima juta lampu dan target pengunjung
Area Lumiland di Dadaha disebut dihiasi lima juta lampu dengan sembilan tema. Beberapa di antaranya adalah terowongan cinta, planet, dan laser. Untuk mendukung instalasi, penyelenggara memasang perangkat dengan daya 350 ribu watt serta bekerja sama dengan PLN dan UPTD Dadaha, dengan genset sebagai antisipasi.
Menurut Eko, lampu yang digunakan berjenis tahan air dan didatangkan dari China. Ia mengatakan perangkat tersebut menggunakan arus DC, yang ia ibaratkan seperti aki motor, sehingga tidak menimbulkan sengatan listrik jika tersentuh. Penyelenggara juga menyiapkan dua tim di Tasikmalaya dan Solo.
Selama periode penyelenggaraan hingga 15 November 2026, Lumiland menargetkan 10 ribu pengunjung di Tasikmalaya. Eko menyebut pengalaman acara di Kediri, yang menurutnya didatangi 80 ribu orang, membuat pihaknya optimistis terhadap potensi pengunjung di Tasikmalaya sebagai salah satu pusat aktivitas di wilayah Priangan Timur.
Bagi guru yang berencana berkunjung, informasi praktis yang disampaikan penyelenggara cukup sederhana: siapkan identitas yang berlaku dan tunjukkan di loket. Sementara itu, pembagian tiket bagi siswa akan dilakukan melalui sekolah, dengan kemungkinan jangkauan diperluas jika persediaan masih ada.
