25.10.2026

Sabah vs Dortmund: Quiz yang Mengubah Karier Dambrauskas

Hadiah kuis televisi pada 2002 membantu Valdas Dambrauskas berangkat ke London dan memulai pendidikan kepelatihan. Kini ia membawa Sabah FK menghadapi Borussia Dortmund.

sabah-vs-dortmund-quiz-ubah-karier-dambrauskas

Sabah vs Dortmund bukan hanya mempertemukan dua klub dengan latar berbeda. Di kubu Sabah FK, perhatian juga tertuju kepada Valdas Dambrauskas, pelatih yang perjalanan menuju panggung sepak bola Eropa bermula dari kursi kuis televisi. Pada 2002, ia memenangkan 4.000 litas dalam acara kuis versi Lithuania, hadiah yang membantunya berangkat ke London untuk memulai pendidikan di bidang olahraga dan kepelatihan.

Saat itu, Dambrauskas berusia 25 tahun dan tidak memiliki pengalaman sebagai pesepak bola profesional. Ia memilih mencari jalur lain untuk masuk ke dunia sepak bola. Hadiah kuis tersebut, yang nilainya setara lebih dari 1.000 euro dan sekitar tiga setengah kali gaji bulanan di Lithuania pada masa itu, menjadi modal awal untuk mengejar cita-citanya.

Hadiah kuis menjadi tiket ke London

Dalam keterangannya, Dambrauskas mengingat bahwa kemenangan itu memberinya uang untuk membeli tiket ke London dan memulai kuliah. Ia menyebut jumlahnya memang tidak besar, tetapi dampaknya mengubah hidup karena memberinya kesempatan berinvestasi pada mimpi yang ingin ia kejar.

“Saya tidak punya karier sebagai pemain profesional, jadi saya harus menemukan jalan lain. Kuis itu memberi saya uang untuk membeli tiket ke London dan memulai studi. Jumlahnya kecil, tetapi mengubah hidup saya karena saya bisa berinvestasi pada mimpi saya.”

Di London Metropolitan University, Dambrauskas menempuh studi ilmu olahraga dan kepelatihan. Namun, biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari membuatnya harus bekerja sambil belajar. Selama bertahun-tahun, ia menjalani dua pekerjaan: mengantar koran pada pagi hari, lalu mengasuh anak-anak di sebuah taman kanak-kanak pada siang hari.

Di sela kesibukan itu, ia mulai mengumpulkan pengalaman melatih di sepak bola amatir London. Salah satu klub yang ia tangani adalah Kingsbury London Tigers, tim yang berkompetisi di level kesembilan. Ia juga terlibat di akademi usia muda yang berada di lingkungan Fulham dan Brentford. Jalur tersebut jauh dari sorotan besar, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kariernya.

Dari sepak bola Lithuania menuju Sabah FK

Pengalaman Dambrauskas kemudian berkembang melalui tim nasional kelompok umur Lithuania. Dari sana, reputasinya sebagai pelatih bertumbuh secara bertahap hingga ia mendapat kesempatan memimpin Sabah FK. Kisah perjalanan yang bermula dari hadiah kuis itu kini membawanya menghadapi Borussia Dortmund, salah satu lawan yang menjadi pusat perhatian dalam kiprah Sabah.

Di musim debutnya bersama Sabah, Dambrauskas langsung mempersembahkan prestasi besar: klub itu meraih gelar liga dan piala domestik. Keberhasilan tersebut menjadi landasan bagi perjalanan Sabah di kualifikasi Liga Champions. Tim asuhannya harus melewati empat putaran yang melelahkan sebelum mencapai babak yang mempertemukan mereka dengan Dortmund.

Salah satu momen penting dalam perjalanan itu terjadi saat Sabah menyingkirkan Hapoel Be’er Sheva. Pada leg kedua play-off, Sabah menang 5-2 setelah perpanjangan waktu. Hasil tersebut mengantar klub itu untuk pertama kalinya ke panggung utama kompetisi antarklub Eropa, sekaligus mempertegas capaian Dambrauskas pada musim pertamanya.

Dambrauskas waspadai kekuatan Dortmund

Menjelang duel melawan Dortmund, pelatih berusia 49 tahun itu mengingatkan timnya bahwa mereka harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk mendapatkan hasil yang baik. Ia juga menilai catatan Dortmund yang sedang mengalami paceklik gol bukan alasan bagi Sabah untuk merasa lebih aman.

“Kami harus memberikan segalanya untuk mendapatkan hasil yang baik. Paceklik gol Dortmund belakangan ini sama sekali bukan kabar baik bagi kami. Itu hanya berarti mereka akan semakin berbahaya, marah, dan termotivasi.”

Bagi Dambrauskas, pertemuan dengan Dortmund menandai perjalanan panjang dari mahasiswa yang membiayai langkah awalnya dengan hadiah kuis dan pekerjaan sambilan. Kini ia berdiri di tepi lapangan bersama Sabah, setelah membawa klub itu melalui musim debut yang berbuah gelar domestik dan perjalanan kualifikasi yang bersejarah.

Kisah tersebut menunjukkan bagaimana satu kesempatan kecil dapat membuka jalan yang lebih besar, meski tidak dengan hasil yang instan. Di hadapan Dortmund, Dambrauskas dan Sabah akan menghadapi ujian baru; sementara bagi sang pelatih, laga itu menjadi babak lain dari mimpi yang dulu ia mulai dengan membeli tiket ke London.

Garisnegeri