Croatia vs England: The Three Lions Menang 7-0
England membantai Kroasia 7-0 di UEFA Nations League. Kane dan Saka mencetak dua gol, sementara Bellingham menorehkan empat kontribusi gol.
England meraih kemenangan telak 7-0 atas Kroasia dalam pertandingan UEFA Nations League di Stadion HNK Rijeka. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol, sementara Anthony Gordon, Jude Bellingham, dan Morgan Rogers turut menyumbang gol bagi The Three Lions.
Hasil besar itu menutup penampilan tandang yang dinilai sebagai salah satu performa terbaik Inggris. Namun, sejumlah pengamat mengingatkan agar kemenangan ini tidak serta-merta membuat tim terlalu percaya diri, mengingat Kroasia tampil kurang meyakinkan pada laga tersebut.
Gol tersebar, Bellingham catat kontribusi istimewa
Inggris menunjukkan produktivitas dari beberapa pemain. Kane dan Saka sama-sama membukukan dua gol, sedangkan Gordon, Bellingham, dan Rogers masing-masing mencetak satu gol. Kemenangan 7-0 itu menjadi hasil yang menonjol bagi tim asuhan Thomas Tuchel dalam laga tandang.
Bellingham juga mencatat statistik khusus. Ia menjadi gelandang pertama yang terlibat langsung dalam empat gol Inggris dalam satu pertandingan sejak David Platt mencatat empat kontribusi gol saat menghadapi San Marino pada Februari 1993. Catatan tersebut menambah sorotan terhadap peran Bellingham dalam kemenangan di Rijeka.
Saka pun menorehkan pencapaian pribadi. Dua golnya ke gawang Kroasia seluruhnya dicetak dengan kaki kanan, untuk pertama kalinya dalam karier seniornya bersama klub maupun tim nasional. Laga tersebut merupakan penampilan ke-378 Saka di level senior.
Bagi Kane, pertandingan ini menambah daftar catatan golnya bersama Inggris. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak setidaknya 10 gol untuk tim nasional dalam tiga tahun kalender berbeda. Perhatian berikutnya tertuju pada laga Inggris melawan Republik Ceko di Wembley pada Selasa. Jika tampil, Kane akan menyamai rekor 125 penampilan timnas Inggris milik Peter Shilton.
Tuchel puji penampilan sepanjang pertandingan
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menilai timnya tampil pada level tinggi selama hampir seluruh laga. Ia mengakui ada momen ketika Inggris kehilangan bola dengan mudah dan memberi Kroasia peluang, termasuk kesempatan Mateo Kovacic setelah skor 3-0. Namun, menurut Tuchel, hal itu tidak menghapus penampilan kuat timnya.
“Dari menit pertama sampai terakhir, semua pemain yang menjadi starter maupun yang masuk dari bangku cadangan tampil pada level tertinggi,” kata Tuchel kepada ITV.
Rogers menyebut kemenangan itu sebagai hasil dari permainan kolektif dan kebersamaan tim. Ia mengatakan para pemain mampu menunjukkan cara bermain yang mereka inginkan, dengan seluruh anggota tim tampil pada level terbaik. Rogers juga menyebut hasil tersebut sebagai patokan bagi Inggris untuk melangkah ke depan.
“Ini menjadi tolok ukur bagaimana kami ingin bermain dan level yang bisa kami hasilkan,” ujar Rogers kepada BBC Radio 5 Live. Ia menambahkan, kontribusi pemain pengganti dan semangat tim ikut membuat Inggris berada dalam kondisi yang baik.
Alex Scott, yang menjalani debut sebagai starter, juga menyoroti kualitas lini depan Inggris. Kepada ITV, ia mengatakan para penyerang mampu mencetak gol dan memuji kerja barisan pertahanan serta kemitraannya dengan Elliot Anderson di lini tengah. Scott turut mengungkapkan kekagumannya kepada Kane dan kesempatan menghadapi Luka Modric, pemain Kroasia yang ia kagumi sejak kecil.
Kemenangan besar, tetapi ujian berikutnya menanti
Mantan bek Inggris Matt Upson menilai area serang tim berfungsi dengan baik. Ia menyebut Gordon, Saka, dan Bellingham sebagai pemain yang berpotensi mengisi posisi inti secara konsisten. Menurut Upson, kombinasi dan ritme di area tersebut menjadi salah satu kekuatan Inggris dalam pertandingan ini.
Di sisi lain, kemenangan besar itu juga memunculkan suara yang meminta publik tidak terburu-buru mengangkat ekspektasi. Ada penggemar yang menilai Inggris kerap tampil mengesankan dalam laga persahabatan maupun Nations League, tetapi kemudian gagal memenuhi harapan di turnamen besar. Kritik tersebut menjadi pengingat bahwa satu hasil, seberapa meyakinkan pun, belum menjawab semua pertanyaan tentang konsistensi tim.
Tuchel dan para pemain kini bersiap menghadapi Republik Ceko di Wembley. Laga itu memberi kesempatan bagi Inggris untuk menjaga momentum sekaligus menjadi panggung bagi Kane, yang berpeluang menyamai rekor penampilan Shilton. Setelah malam besar di Rijeka, tantangan berikutnya adalah membawa performa serupa ke pertandingan selanjutnya.
