Ridha Sampetondok Dimakamkan dengan Tradisi Luwu-Toraja
Ridha Sampetondok dimakamkan di Patane keluarga, Desa Batusitanduk, Walenrang, dengan tradisi masyarakat Luwu-Toraja. Ferdy Sambo mengikuti prosesi melalui Zoom dari tahanan.
Ridha Sampetondok, ibunda Ferdy Sambo, dimakamkan di kompleks Patane keluarga di Desa Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat sore, 2 Oktober 2026. Prosesi pemakaman berlangsung dengan tradisi masyarakat setempat, sementara Ferdy Sambo mengikuti pemakaman melalui Zoom karena masih berada di dalam tahanan.
Sejumlah warga berkumpul di rumah duka sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman. Video prosesi yang beredar di media sosial memperlihatkan warga duduk di sekitar kediaman almarhumah. Mereka menikmati minuman tradisional ballo, kopi, dan teh sembari menunggu rangkaian acara berikutnya.
Suasana berubah khidmat saat keluarga menggelar ibadah pelepasan jenazah. Beberapa tokoh masyarakat dan pendeta menyampaikan pidato di hadapan pelayat. Setelah acara selesai, warga bersiap mengantar peti jenazah menuju Patane keluarga.
Warga mengusung peti menuju Patane keluarga
Peti jenazah berwarna putih diletakkan di atas bambu yang telah disiapkan. Warga kemudian mengangkat dan menandu peti itu secara beramai-ramai. Dalam rekaman yang beredar, tandu bergerak naik turun dengan irama teratur, diiringi sorak-sorai warga.
Rombongan membawa peti melalui jalan menanjak menuju Patane. Lokasi pemakaman itu berada di Desa Batusitanduk, tidak jauh dari rumah keluarga. Camat Walenrang, Ikram Ramin, mengatakan Ridha dimakamkan di pemakaman keluarga di belakang rumah orang tuanya.
“Dikebumikan di pemakaman Patane keluarga, belakang rumahnya ji orang tuanya almarhum,” kata Ikram.
Patane merupakan makam keluarga yang menjadi tempat peristirahatan sejumlah kerabat Ridha. Keluarga almarhumah, Eli, menyebut orang tua Ridha juga dimakamkan di lokasi tersebut. Pemilihan Walenrang sebagai tempat pemakaman berkaitan dengan asal-usul almarhumah yang lahir di wilayah itu.
Ikram sebelumnya menyampaikan bahwa jenazah Ridha tiba di Walenrang pada Kamis sore, sehari sebelum pemakaman. Keluarga kemudian menggelar ibadah sebelum prosesi pengantaran jenazah. Keputusan memakamkan Ridha di Luwu diambil keluarga, sesuai kampung asalnya.
Suasana haru saat jenazah tiba di makam
Setibanya di Patane, suasana duka terasa kian kuat. Keluarga terlihat menangis dan memegang peti jenazah. Momen itu menjadi bagian paling emosional dari rangkaian pemakaman, setelah warga bersama-sama mengantar almarhumah dari rumah duka.
Tradisi mengusung peti dengan bambu dan mengaraknya menuju makam menjadi ciri prosesi pemakaman yang dijalankan keluarga. Prosesi tersebut mengikuti tradisi masyarakat asli Luwu-Toraja. Dalam rangkaian itu, warga tidak hanya hadir sebagai pelayat, tetapi juga ikut mengantar peti hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
Kerumunan warga tampak menyertai perjalanan menuju Patane. Peti diusung melewati jalur yang menanjak, dengan gerakan yang dilakukan berulang secara beraturan. Rekaman yang beredar memperlihatkan suasana ramai, tetapi tetap memperlihatkan keterlibatan warga dalam prosesi keluarga.
Ferdy Sambo mengikuti pemakaman dari tahanan
Ferdy Sambo tidak hadir langsung dalam pemakaman ibunya. Ia mengikuti prosesi melalui Zoom karena masih berada di dalam tahanan. Pihak keluarga sebelumnya menyebut mereka berharap Sambo dapat hadir, tetapi tetap harus mengikuti prosedur dan menunggu keputusan izin.
“Iya karena masih di dalam rutan, turut berduka cita saja mau diapa,” ujar Amsal Sampetondok, adik Ridha, saat menjelaskan alasan Sambo tidak dapat datang langsung.
Ridha meninggal dunia di Makassar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina. Setelah meninggal, jenazah dibawa ke rumah duka di Kompleks Keuangan, Panaikang, Makassar, sebelum diberangkatkan ke kampung halaman di Luwu.
Prosesi pemakaman di Batusitanduk menutup rangkaian penghormatan keluarga kepada Ridha. Bagi warga dan kerabat yang hadir, perjalanan menuju Patane bukan sekadar pengantaran jenazah, melainkan juga bagian dari tradisi dan ikatan keluarga yang dijaga di kampung halaman almarhumah.
