25.10.2026

DBD Riau Capai 4.614 Kasus, 23 Orang Meninggal

Riau mencatat 4.614 kasus DBD dan 23 kematian sepanjang Januari-Juli 2026. Rokan Hilir memiliki kasus terbanyak, sementara IR tertinggi tercatat di Dumai.

dbd-riau-capai-4614-kasus-23-orang-meninggal

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Riau mencapai 4.614 sepanjang Januari hingga Juli 2026. Sebanyak 23 orang meninggal dunia dalam periode tersebut, menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Pemerintah daerah meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca berganti dari panas ke hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kasus bertambah untuk mulai melakukan pencegahan. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kata dia, perlu menjadi kegiatan rutin di lingkungan rumah maupun ruang publik.

Perubahan cuaca berpotensi memicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue. Karena itu, warga diminta memeriksa tempat-tempat yang dapat menampung air, khususnya setelah hujan turun.

Kasus DBD terbanyak tercatat di Rokan Hilir

Rokan Hilir menjadi kabupaten dengan jumlah kasus DBD tertinggi selama tujuh bulan pertama 2026. Daerah itu mencatat 992 kasus dengan enam kematian. Bengkalis berada di urutan berikutnya dengan 701 kasus dan dua kematian, disusul Kota Dumai dengan 610 kasus dan dua kematian.

Di Pekanbaru, tercatat 566 kasus dengan satu kematian. Sementara itu, Kuantan Singingi melaporkan 399 kasus tanpa kematian, Kampar 297 kasus dengan empat kematian, dan Indragiri Hilir 250 kasus dengan dua kematian.

Kasus di daerah lainnya meliputi 228 kasus di Rokan Hulu dengan dua kematian, 167 kasus di Indragiri Hulu dengan satu kematian, serta 162 kasus di Siak dengan dua kematian. Pelalawan mencatat 131 kasus tanpa kematian, sedangkan Kepulauan Meranti melaporkan 111 kasus dengan satu kematian.

Jumlah kasus terbanyak tidak selalu sejalan dengan tingkat insidensi. Angka incidence rate (IR), yakni jumlah kasus per 100.000 penduduk, tertinggi berada di Dumai dengan 192,6. Rokan Hilir menyusul dengan IR 131,7, kemudian Kuantan Singingi 123,3, Bengkalis 122,3, dan Kepulauan Meranti 58,1.

Kasus meningkat menjelang pertengahan tahun

Data bulanan menunjukkan jumlah kasus DBD di Riau meningkat menjelang pertengahan tahun. Pada Januari tercatat 457 kasus dengan dua kematian. Angka itu turun menjadi 402 kasus pada Februari, dengan tiga kematian, lalu 370 kasus pada Maret dengan empat kematian.

Memasuki April, kasus bertambah menjadi 554 dengan tiga kematian. Kenaikan lebih besar terjadi pada Mei, saat 827 kasus dan tiga kematian dilaporkan. Puncak jumlah kasus dalam periode tersebut terjadi pada Juni, yakni 1.011 kasus dengan tiga kematian.

Pada Juli, kasus sedikit berkurang menjadi 993. Namun, bulan itu mencatat kematian terbanyak selama Januari-Juli, yaitu lima orang. Secara keseluruhan, angka tersebut membentuk akumulasi 4.614 kasus dan 23 kematian.

Dari sisi persentase kematian dibandingkan jumlah kasus atau case fatality rate (CFR), Kampar mencatat angka tertinggi, yaitu 1,3 persen, dengan 297 kasus dan empat kematian. Siak berada di angka 1,2 persen dari 162 kasus dan dua kematian. Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing mencatat CFR 0,9 persen, sementara Indragiri Hilir sebesar 0,8 persen.

3M Plus dan pemeriksaan dini jadi perhatian

Zulkifli mendorong warga menerapkan gerakan 3M Plus sebagai bagian dari PSN. Langkah utamanya meliputi menguras tempat penampungan air, menutupnya rapat-rapat, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Ember, kaleng, botol, ban bekas, pot bunga, dan wadah terbuka lainnya perlu diperiksa secara berkala. Genangan air yang ditemukan sebaiknya segera dibersihkan. Upaya tambahan dapat dilakukan dengan memakai losion antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menggunakan larvasida pada tempat penampungan air sesuai petunjuk penggunaan.

Pencegahan DBD tidak cukup dilakukan ketika kasus mulai meningkat. Kebersihan lingkungan perlu dijaga sebagai kebiasaan dan dikerjakan bersama-sama.

Gotong royong di kawasan permukiman, tempat kerja, dan fasilitas umum juga diperlukan untuk menyingkirkan lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Zulkifli turut mengingatkan warga agar tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami demam tinggi atau keluhan yang mengarah pada gejala DBD.

Dengan jumlah kasus yang meningkat pada beberapa bulan pertama tahun ini, kewaspadaan perlu dijaga secara konsisten. Penerapan PSN dan 3M Plus di tingkat keluarga maupun lingkungan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan warga untuk menekan penyebaran DBD dan mencegah bertambahnya korban jiwa.

Garisnegeri