25.10.2026

Kisah Vonny, Penyintas Kanker Payudara Stadium 4

Vonny Indriaty membagikan perjalanan panjangnya menghadapi kanker payudara stadium 4 saat Parkway Cancer Centre menandai 20 tahun berdiri pada 2026.

kisah-vonny-penyintas-kanker-payudara-stadium-4

Vonny Indriaty, perempuan asal Yogyakarta yang didiagnosis kanker payudara stadium 4 sekitar satu dekade lalu, membagikan perjalanan panjang pengobatannya saat Parkway Cancer Centre (PCC) menandai 20 tahun berdiri pada 2026. Kanker yang dideritanya saat itu telah menyebar ke otak, tulang belakang, dan tulang.

Perjalanan Vonny mencakup radioterapi, kemoterapi, kelumpuhan pada kedua kaki, hingga fisioterapi selama tiga tahun. Ketika penyakitnya kembali muncul pada 2022, ia menjalani operasi dan kemoterapi di Indonesia sebelum kembali ke Singapura untuk perawatan lanjutan. Hingga kini, hampir 10 tahun setelah diagnosis pertama, Vonny masih menjalani terapi pemeliharaan setiap tiga minggu.

Perjalanan pengobatan kanker payudara stadium 4

Vonny menghadapi diagnosis ketika kanker sudah menyebar ke sejumlah bagian tubuh. Ia menjalani radioterapi dan kemoterapi. Namun, kondisinya sempat memburuk sampai kedua kakinya mengalami kelumpuhan, perubahan besar yang membuatnya perlu menjalani pemulihan secara bertahap.

Fisioterapi yang dijalani selama tiga tahun menjadi bagian dari proses tersebut. Vonny perlahan belajar berjalan kembali. Rangkaian perawatan itu menunjukkan panjangnya perjalanan yang harus ditempuh pasien, meski sumber informasi mengenai kisahnya tidak merinci tahapan klinis maupun hasil pemeriksaan yang dijalani.

Pandemi Covid-19 kemudian membuat Vonny melanjutkan perawatan di Indonesia. Pada 2022, penyakitnya kembali muncul. Ia menjalani operasi dan kemoterapi sebelum kembali ke Singapura untuk memperoleh perawatan lanjutan di PCC.

Sekarang, terapi pemeliharaan masih menjadi bagian dari kesehariannya dengan jadwal setiap tiga minggu. Dukungan keluarga dan komunikasi dengan tim medis juga menyertai perjalanan pengobatannya. Kisah Vonny menjadi salah satu pengalaman pasien yang dibagikan dalam momentum dua dekade PCC, bukan gambaran bahwa perjalanan setiap pasien akan sama.

PCC menyoroti perawatan kanker yang personal

PCC, pusat layanan kanker yang berbasis di Singapura, didirikan pada 2006 oleh empat dokter: Dr Ang Peng Tiam, Dr Khoo Kei Siong, Dr Teo Cheng Peng, dan Dr Lim Hong Liang. Memasuki usia 20 tahun pada 2026, lembaga tersebut menyoroti perubahan dalam diagnosis dan pengobatan kanker selama dua dekade.

Perawatan kini disesuaikan dengan jenis kanker, stadium penyakit, kondisi kesehatan, serta kebutuhan masing-masing pasien. Pilihan terapi yang disebutkan PCC meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi target, dan imunoterapi. Penggunaannya ditentukan berdasarkan karakteristik kanker dan kondisi pasien, sehingga pendekatan yang diberikan tidak harus sama.

Deputy Medical Director PCC, Dr Khoo Kei Siong, mengatakan perkembangan pengobatan bukan hanya soal bertambahnya pilihan terapi. Hubungan dokter, pasien, dan keluarga selama proses pengobatan juga menjadi bagian penting, termasuk penyampaian informasi yang jelas tentang kondisi dan pilihan perawatan.

“Saya percaya kepercayaan tumbuh ketika pasien merasa bahwa dokter mereka tidak hanya kompeten, tetapi juga mengutamakan kepentingan terbaik mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka,” ujar Dr Khoo.

Komunikasi dan tim multidisiplin dalam perawatan

Menurut Dr Khoo, pemahaman pasien terhadap kondisi dan opsi perawatan membantu mereka menghadapi keputusan medis. Kepercayaan, dalam pandangannya, tumbuh ketika pasien menilai dokter tidak hanya kompeten, tetapi juga memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan mereka.

Pendekatan multidisiplin juga diterapkan dalam penanganan kanker payudara dan kanker ginekologi. Dokter dari bidang berbeda dapat terlibat dalam menentukan penanganan. Dengan demikian, keputusan perawatan mempertimbangkan kebutuhan pasien dari lebih dari satu sudut keahlian, meski sumber tidak merinci susunan tim yang menangani Vonny.

Perjalanan Vonny memperlihatkan bahwa pengobatan kanker dapat berlangsung panjang dan berubah mengikuti kondisi pasien. Ia tetap menjalani terapi pemeliharaan setelah rangkaian perawatan sebelumnya, dengan keluarga dan tim medis sebagai bagian dari dukungan yang menyertainya.

Memasuki usia 20 tahun, PCC menempatkan perawatan personal dan komunikasi sebagai bagian dari pembicaraan mengenai layanan kanker. Bagi pasien dan keluarga, mendapatkan informasi yang jelas tentang kondisi serta pilihan terapi dapat menjadi langkah penting saat menyusun keputusan bersama tenaga medis.

Garisnegeri