25.10.2026

El Nino Sangat Kuat, BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan

BMKG menyebut kondisi kering masih dominan meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Risiko kekeringan, karhutla, dan hujan lebat lokal tetap perlu diwaspadai.

el-nino-sangat-kuat-bmkg-ingatkan-risiko-kekeringan

El Nino dengan intensitas sangat kuat masih membatasi pasokan uap air ke Indonesia meski hujan mulai turun di sejumlah daerah, termasuk Jabodetabek. BMKG mengingatkan kondisi kering masih dominan pada Oktober 2026, sehingga risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum mereda.

BMKG memperkirakan sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan rendah. Hari tanpa hujan (HTH) panjang hingga ekstrem panjang juga tercatat di sejumlah daerah. Sebanyak 1.474 titik masuk kategori HTH ekstrem panjang, menandakan sebagian wilayah masih menghadapi periode kering yang perlu diwaspadai.

Kondisi itu tidak berarti hujan sama sekali tidak terjadi. Di beberapa tempat, hujan deras masih dapat turun dalam waktu singkat. Perbedaan kondisi tersebut membuat masyarakat perlu bersiap menghadapi cuaca yang tidak seragam antardaerah.

Risiko kekeringan dan karhutla masih membayangi

Udara kering dan periode tanpa hujan yang panjang turut meningkatkan potensi karhutla. BMKG masih mendeteksi ratusan titik panas di sejumlah wilayah, dengan sebaran 159 titik di Sumatera, 193 titik di Kalimantan, serta 322 titik di Papua dan Maluku.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kemunculan hujan di suatu daerah belum menggambarkan kondisi seluruh Indonesia. Wilayah yang masih mengalami HTH panjang tetap rentan terhadap kekeringan dan dampak ikutannya. Risiko kebakaran juga perlu diperhatikan, terutama di kawasan yang kondisi udaranya kering.

Dalam keterangan resmi pada Jumat, 2 Oktober 2026, BMKG menyebut situasi saat ini memperlihatkan kontras cuaca antarwilayah. Sebagian daerah masih bergulat dengan kondisi kering dan risiko karhutla, sedangkan daerah lain berpeluang mengalami hujan lebat dalam durasi singkat.

“Kondisi ini menunjukkan adanya kontras cuaca antarwilayah. Sebagian wilayah masih menghadapi kondisi kering dan risiko karhutla, sementara wilayah lainnya dapat mengalami hujan lebat dalam waktu singkat,” demikian peringatan BMKG.

Hujan lebat lokal tetap mungkin terjadi

BMKG mencatat hujan dengan intensitas hingga 102 milimeter per hari terjadi di Papua Tengah. Di Jabodetabek, Kabupaten Bogor mengalami hujan lebat dengan curah mencapai 96,1 milimeter per hari. Hujan setempat ini dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal yang dapat menambah suplai uap air.

Untuk sepekan ke depan, kondisi kering diperkirakan masih dominan. Namun, hujan lebat secara lokal tetap berpeluang terjadi. Gelombang Rossby ekuatorial dan gelombang Kelvin dapat mendukung pembentukan awan hujan di sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Di sisi lain, monsun Australia diperkirakan semakin menguat. Penguatan monsun tersebut, bersama aliran timuran di wilayah Indonesia bagian selatan, cenderung membatasi pasokan uap air dan menekan potensi hujan. El Nino yang masih sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga menjadi faktor yang membatasi suplai uap air.

Meski begitu, kondisi atmosfer lokal dapat memicu hujan deras di wilayah tertentu. Suhu muka laut yang relatif hangat, konvergensi atau perlambatan angin, serta belokan angin berpotensi mendukung hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

BMKG minta warga waspada panas dan cuaca buruk

BMKG mengimbau masyarakat tetap mengantisipasi cuaca panas dan udara kering. Penggunaan tabir surya disarankan untuk mengurangi paparan sinar matahari. Warga juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Risiko dehidrasi dan kelelahan perlu diperhatikan selama cuaca panas berlangsung. Pada saat yang sama, masyarakat jangan mengabaikan potensi cuaca buruk yang bisa muncul secara lokal, termasuk hujan ringan hingga sedang yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Saat hujan disertai angin kencang atau petir, warga diminta mewaspadai pohon dan dahan tumbang, baliho roboh, genangan, serta sambaran petir. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh.

Perbedaan cuaca antara satu wilayah dan wilayah lain membuat kewaspadaan perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Warga dapat terus memantau informasi cuaca BMKG, sembari menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak kekeringan maupun hujan deras selama periode peralihan ini.

Garisnegeri