25.10.2026

Prabowo-Gibran 2029: Gerindra Pilih Fokus Bekerja

Jokowi menyebut Pilpres 2029 masih jauh dan meminta semua pihak bekerja untuk rakyat. Gerindra menghormati sikapnya serta memilih fokus pada program pemerintah.

prabowo-gibran-2029-gerindra-pilih-fokus-bekerja

Joko Widodo tidak lagi menyampaikan dukungan secara tegas agar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali berpasangan pada Pilpres 2029. Presiden ke-7 RI itu menyebut pemilu masih jauh dan meminta semua pihak bekerja untuk rakyat. Gerindra menyatakan menghormati sikap Jokowi, tetapi memilih memusatkan perhatian pada program pemerintah.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan partainya menghargai pilihan politik Jokowi maupun partai lain. Menurut dia, Gerindra tidak ingin pembicaraan mengenai kontestasi berikutnya menggeser perhatian dari agenda pemerintahan Prabowo saat ini.

“Apa pun sikap kawan-kawan lain, apakah Pak Jokowi atau Golkar atau partai-partai lain, prinsipnya apa pun pilihan politik, sikap mereka kita pasti menghormati,” kata Sugiat.

Gerindra utamakan program pemerintah

Sugiat menyebut Prabowo berulang kali mengingatkan kader Gerindra bahwa pemilihan umum masih jauh. Karena itu, partai tersebut belum ingin mengalihkan fokus ke pembahasan pasangan calon untuk 2029.

“Memang Pak Prabowo di rapat-rapat internal kami selalu mengatakan bahwa pilpres masih jauh, pemilihan masih jauh. Kita masih fokus untuk menyukseskan program-program prioritas Pak Prabowo,” ujarnya.

Menurut Sugiat, keberhasilan program pemerintah membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak. Ia juga menilai agenda tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan serta kesejahteraan masyarakat. Pemerintahan Prabowo, kata dia, baru berjalan sekitar dua tahun, sehingga pelaksanaan program masih menjadi hal yang perlu diutamakan.

Penekanan Gerindra itu menempatkan kerja pemerintahan sebagai prioritas di tengah munculnya pertanyaan tentang arah politik menjelang pemilu berikutnya. Bagi partai tersebut, pembicaraan mengenai dukungan politik tidak perlu menjadi fokus utama saat ini.

“Karena ini terkait dengan bagaimana hajat hidup rakyat, kesejahteraan rakyat, dan lain sebagainya,” kata Sugiat.

Pernyataan Jokowi soal Pilpres 2029

Sebelumnya, Jokowi ditanya mengenai dukungannya terhadap Prabowo dan Gibran untuk kembali maju sebagai pasangan presiden dan wakil presiden pada 2029. Kali ini, ia tidak menyampaikan dukungan secara tegas, melainkan menekankan bahwa pemilu masih lama dan pekerjaan untuk masyarakat harus didahulukan.

“Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu. Entah kerja politik, entah kerja pemerintahan. Kerja untuk rakyatlah semuanya,” ujar Jokowi.

Pernyataan tersebut berbeda dari sikap Jokowi sebelumnya yang kerap menyuarakan dukungan agar duet Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode. Perubahan penekanan itu menjadi perhatian karena menyangkut kemungkinan pasangan yang sama kembali maju pada pemilu mendatang.

Namun, Jokowi tidak menyatakan bahwa dirinya menarik dukungan ataupun mengubah pilihan politik secara definitif. Pesan yang ia sampaikan dalam kesempatan tersebut adalah agar pihak-pihak di ranah politik maupun pemerintahan lebih dahulu bekerja sebelum membicarakan pemilu berikutnya.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo

Jokowi sebelumnya bertemu Prabowo di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta Selatan. Jokowi mengatakan pertemuan itu berlangsung atas undangan Prabowo. Keduanya membahas sejumlah hal, mulai dari sepak bola dan ekonomi hingga politik.

Meski isu politik turut dibicarakan, Jokowi tidak menyatakan secara tegas dukungan agar Prabowo-Gibran kembali menjadi pasangan pada Pilpres 2029. Sikap itu sejalan dengan pernyataannya bahwa agenda pemilu masih jauh dan pekerjaan untuk masyarakat semestinya menjadi perhatian lebih dahulu.

Untuk saat ini, Gerindra menyatakan akan menghormati pilihan politik pihak lain sembari mengawal program prioritas pemerintah. Adapun pembicaraan mengenai Pilpres 2029 masih terbuka seiring waktu berjalan. Fokus pada pelaksanaan program dan dampaknya bagi masyarakat menjadi agenda yang, menurut Gerindra dan Jokowi, lebih mendesak untuk dikerjakan.

Garisnegeri