Sopir Taksi Online Sumedang Tewas, Dua Orang Diamankan
Sopir taksi online berinisial YS ditemukan terkubur di Sumedang. Polisi mengamankan dua orang dan mendalami dugaan motif utang Rp 25 juta.
Seorang sopir taksi online berinisial YS (34) ditemukan terkubur di kawasan Cisoka, Kabupaten Sumedang. Polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat, yakni AD (30) dan seorang anak berusia 17 tahun. Penyidik menduga perkara ini berkaitan dengan utang sebesar Rp 25 juta, tetapi motif dan peran masing-masing masih didalami.
YS, warga Kecamatan Cisarua, dilaporkan hilang sebelum jasadnya ditemukan. Tim URC Resmob Satreskrim Polres Sumedang menangkap kedua terduga pelaku pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di sebuah rumah di kawasan Gunung Buled, Jatimulya.
Kasus ini ditangani berdasarkan laporan polisi tertanggal 10 Oktober 2026. Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya mengatakan penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa dugaan keterlibatan kedua orang tersebut.
“Penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing pihak, serta melengkapi alat bukti,” ujar Awang, Minggu (11/10/2026).
Dugaan pembunuhan bermula dari perjalanan dengan aplikasi
Berdasarkan pemeriksaan awal yang disampaikan polisi, AD diduga memiliki persoalan utang sebesar Rp 25 juta kepada YS. Rangkaian kejadian disebut bermula pada Kamis, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, ketika AD memesan kendaraan melalui aplikasi inDrive yang dikemudikan korban.
Dalam perjalanan, AD dan YS sempat terlibat cekcok. AD kemudian turun di depan SMAN 2 Cimalaka. Setelah itu, ia diduga menjemput seorang anak berusia 17 tahun dan kembali memesan kendaraan yang dikemudikan YS, kali ini dari kawasan Kebon Jati menuju lokasi galian Bilkis di Cimalaka.
Polisi menyebut kedua terduga pelaku diduga membawa kabel seling yang telah dimodifikasi. Setibanya di lokasi, mereka dan korban sempat minum kopi sekitar 30 menit. AD kemudian mengajak YS menuju area tambang dengan alasan ada pekerjaan.
Menurut keterangan awal yang dipaparkan Awang, anak tersebut diduga menjerat leher korban menggunakan kabel. AD diduga memegang dan mengikat tubuh YS dengan tali tambang. Rangkaian tindakan itu masih menjadi bagian dari penyidikan dan belum diputuskan melalui proses hukum.
Jasad ditemukan terkubur dan dibawa untuk autopsi
Setelah korban meninggal dunia, kedua terduga pelaku diduga membawa jasadnya menggunakan mobil milik YS. Polisi menyebut mereka kemudian mengambil cangkul dan membawa jasad ke kawasan Citengah untuk dikuburkan. Jasad korban akhirnya ditemukan terkubur sekitar satu meter di kawasan Cisoka, Kabupaten Sumedang.
Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan itu dilakukan guna memastikan penyebab kematian. Dalam pengungkapan kasus, polisi menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara, antara lain kabel seling yang dimodifikasi, tali tambang berwarna hijau, pakaian dan jaket hitam, telepon genggam, serta tas gendong.
Polisi juga menduga mobil korban dibawa AD untuk direncanakan dijual, dengan hasilnya akan dibagi kepada kedua terduga pelaku. Dugaan tersebut masih perlu diuji melalui penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.
Polisi ingatkan perlindungan terhadap anak
Polres Sumedang menyatakan perkara akan ditangani sesuai ketentuan hukum, termasuk prosedur khusus karena salah satu orang yang diamankan masih berusia anak. Polisi turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga YS.
Awang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan foto maupun identitas anak yang terlibat dalam perkara ini. Masyarakat juga diminta menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif, peran setiap pihak, dan rangkaian peristiwa. Hasil autopsi serta pemeriksaan barang bukti diharapkan membantu memperjelas perkara, sementara seluruh dugaan terhadap pihak yang diamankan tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.
