25.10.2026

Aldi Satya Mahendra Berpeluang Tembus Moto2 pada 2028

Yamaha membuka peluang bagi Aldi Satya Mahendra untuk naik ke Moto2, dengan 2028 sebagai proyeksi. Performa dan target tiga besar World Supersport pada 2027 akan menjadi penentu.

aldi-satya-mahendra-berpeluang-tembus-moto2-2028

Aldi Satya Mahendra berpeluang menambah jumlah pebalap Indonesia di Moto2. Yamaha memproyeksikan pebalap World Supersport itu bisa naik kelas, dengan peluang setidaknya terbuka pada 2028. Namun, langkah tersebut masih bergantung pada perkembangan prestasi Aldi, terutama dalam persaingan musim depan.

Managing Director Yamaha Motor Racing Paolo Pavesio menyebut Aldi sebagai pebalap penting bagi Yamaha. Ia juga menilai rider asal Bantul itu masih muda dan terus menunjukkan perkembangan, baik dari sisi profesionalisme maupun kecepatan.

“Aldi adalah pembalap yang sangat berarti buat Yamaha. Dia adalah juara dunia pertama Indonesia. Kami telah mempromosikannya ke Supersport, yang memang dia layak dipromosikan ke Supersport,” kata Paolo saat ditemui di sela-sela Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026).

Performa Aldi di World Supersport jadi penentu

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi mengatakan Aldi telah memperlihatkan performa yang baik di World Supersport. Saat ini, pebalap berusia 20 tahun itu bersaing di jajaran 10 besar. Yamaha berharap hasil tersebut menjadi pijakan untuk target yang lebih tinggi.

Menurut Wahyu, Aldi perlu berkembang lagi pada musim 2027. Sasaran yang dipasang adalah menempatkannya sebagai penantang podium atau kemenangan di World Supersport. Pencapaian di level itu dinilai dapat memperkuat peluangnya untuk mendapat kesempatan di Moto2.

“Harapannya dengan Aldi bisa lebih baik di tahun depan, targetnya adalah bisa top three championship. Persiapan dan program kita bisa mendukung Aldi untuk step up ke Moto2,” ujar Wahyu.

Dengan target tersebut, rencana promosi bukan sekadar soal naik kelas. Yamaha ingin Aldi membawa rekam prestasi yang kuat ketika memasuki persaingan baru. Wahyu menyebut posisi tiga besar kejuaraan akan membuat Aldi memiliki potensi lebih besar sebagai wakil Indonesia di Moto2.

Target Moto2 belum menjadi kepastian

Wahyu menyebut 2028 sebagai waktu yang mungkin bagi Aldi untuk menembus Moto2. Untuk saat ini, rencana itu masih berupa proyeksi, bukan pengumuman bahwa Aldi sudah mendapatkan kursi di kejuaraan tersebut. Hasil yang diraih di World Supersport akan menjadi bagian penting dari pertimbangan.

“Tahun 2027 targetnya harus bisa jadi podium atau winner contender di World Supersport. Sehingga dari situ, jadi punya potensi besar sebagai Indonesian hero masuk ke dalam Moto2 dengan prestasi langsung, ada di top three,” kata Wahyu.

Karena itu, musim depan akan menjadi periode penting bagi Aldi. Ia perlu menjaga persaingan di papan atas sekaligus menunjukkan konsistensi yang dapat mendukung langkah berikutnya. Yamaha menyatakan persiapan dan program untuk Aldi akan diarahkan agar ia bisa berkembang menuju kelas Moto2.

Aldi memiliki modal pencapaian yang menonjol. Pada 2024, ia menjadi pebalap Indonesia pertama yang menjuarai World Supersport 300. Sepanjang musim itu, ia beberapa kali naik podium. Di Jerez, ia finis ketiga pada Race 1 dan keenam pada Race 2; hasil tersebut membuat poinnya tak terkejar rival terdekat.

Yamaha juga menyiapkan jalur pebalap muda

Paolo mengatakan Yamaha berencana menggelar program balapan junior secara regional. Program tersebut dapat membuka jalan bagi pebalap muda, termasuk dari Indonesia, untuk mulai meniti karier menuju kejuaraan dunia. Ia menyinggung kemungkinan pebalap Indonesia berusia 13 atau 14 tahun kelak memulai kiprah di Moto3.

Rencana itu menunjukkan bahwa Yamaha melihat pengembangan pebalap Indonesia dalam jangka panjang, bukan hanya melalui Aldi. Meski begitu, untuk peluang yang kini menjadi perhatian, fokus utama tetap tertuju pada pencapaian Aldi di World Supersport dan targetnya pada 2027.

Wahyu juga menilai perubahan konfigurasi mesin di jenjang Moto3, Moto2, dan MotoGP menjadi faktor yang patut diperhitungkan. Ia menyebut motor MotoGP akan menggunakan mesin 850 cc, sementara Aldi terbiasa mengendarai motor 900 cc. Menurutnya, pengalaman itu bisa menjadi modal, meski program dan formula untuk naik kelas tetap perlu disiapkan.

Peluang Aldi menuju Moto2 kini terbuka, tetapi jalannya masih menuntut pembuktian di lintasan. Hasil musim 2027 akan menjadi tolok ukur penting bagi rencana tersebut. Jika mampu memenuhi sasaran Yamaha, Aldi berpeluang membawa langkah kariernya ke level berikutnya sekaligus menambah wakil Indonesia di kelas Moto2.

Garisnegeri