25.10.2026

Trump Wacanakan Nama Samudra Atlantik Jadi Samudra Trump

Donald Trump mengusulkan Samudra Atlantik atau Pasifik dinamai Samudra Trump atau Samudra Amerika dalam kampanye Partai Republik di Tennessee.

trump-wacanakan-nama-samudra-atlantik-jadi-samudra-trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan gagasan mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi “Samudra Trump” atau “Samudra Amerika” saat berkampanye di Tennessee, Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. Usul itu muncul ketika ia berbicara tentang perubahan nama sejumlah lokasi geografis yang sebelumnya pernah ia gagas.

Dalam pidatonya menjelang pemilu sela AS, Trump mengaitkan wacana tersebut dengan Teluk Meksiko dan Danau Ontario. Ia menyebut kedua tempat itu sebagai contoh lokasi yang menurutnya dapat memakai nama Amerika. Namun, untuk samudra, ia belum menetapkan pilihan maupun menyampaikan langkah resmi untuk mewujudkannya.

Trump membahas nama samudra dalam kampanye

Trump mengatakan dirinya sempat mempertimbangkan Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik. Ia kemudian menyebut dua kemungkinan nama, tanpa memastikan apakah salah satunya akan dipilih.

“Jadi, saya sempat berpikir soal Atlantik atau Pasifik. Kita namai saja ‘Samudra Trump’ atau ‘Samudra Amerika’, atau semacam itulah,” kata Trump.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan pendukung Partai Republik di Tennessee. Kampanye tersebut merupakan bagian dari agenda politik menjelang pemilu sela AS. Dalam pidato yang sama, Trump berbicara tentang kebiasaannya memikirkan perubahan nama tempat-tempat penting.

Ia mengingatkan bahwa sebagian orang semula mengira gagasannya untuk mengganti nama Teluk Meksiko sebagai Teluk Amerika hanya candaan. Trump juga menyebut Danau Ontario sebagai lokasi yang, menurutnya, sebaiknya dinamai Danau Amerika.

“Kita memiliki Teluk Meksiko, dan suatu hari, orang-orang mengira saya bercanda, saya berkata, ‘Tahukah Anda, menurut saya, kita sebaiknya menamainya Teluk Amerika, bukan?’” ujarnya dalam pidato tersebut. Ia kemudian menambahkan bahwa Danau Ontario juga sebaiknya diganti namanya.

Sungai Hudson dan Mississippi disebut berbeda

Di tengah wacana perubahan nama, Trump mengatakan tidak ingin mengubah nama Sungai Hudson. Ia menyebut Henry Hudson, penjelajah asal Inggris yang menjelajahi sungai tersebut pada 1609, sebagai alasan untuk mempertahankan nama itu.

Trump mengatakan Hudson telah melakukan pekerjaan yang baik saat menyusuri sungai tersebut. Ia lalu menyampaikan bahwa Amerika membutuhkan sungai dan samudra yang besar, sebelum kembali menimbang nama Atlantik atau Pasifik.

Meski demikian, ia juga menegaskan tidak ingin mengganti nama Sungai Mississippi. Trump menyebut dirinya mencintai Mississippi dan mengaitkannya dengan kemenangan politiknya di negara bagian tersebut.

“Sekarang, saya tidak ingin mengubah nama Mississippi. Saya cinta Mississippi. Kita menang telak di negara bagian itu,” ucapnya.

Pernyataan tentang Hudson dan Mississippi menunjukkan bahwa gagasan Trump tidak diarahkan untuk mengubah semua nama perairan di Amerika Serikat. Dalam pidato itu, ia menyebut beberapa lokasi secara spesifik dan memberi alasan berbeda untuk mempertahankan nama sungai tertentu.

Sejumlah gagasan belum ditindaklanjuti

Wacana tentang samudra muncul setelah Trump beberapa kali menjadi sorotan karena usulan perubahan nama lokasi geografis. Selain Teluk Meksiko dan Danau Ontario, ia juga pernah menyampaikan gagasan mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi “New America” serta Selat Hormuz menjadi “Selat Trump”.

Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, gagasan mengenai New Mexico dan Selat Hormuz belum ditindaklanjuti. Adapun sejumlah usulan perubahan nama lain, yang awalnya disebut sebagai candaan, kemudian diikuti Trump dengan penandatanganan perintah eksekutif.

Belum ada keterangan bahwa Trump telah mengeluarkan keputusan untuk mengganti nama Samudra Atlantik maupun Samudra Pasifik. Dalam pidatonya di Tennessee, ia menyampaikan kemungkinan nama dan mengatakan ingin Amerika memiliki samudra sebelum masa jabatannya berakhir, tetapi tidak mengumumkan proses lanjutan.

Karena itu, pernyataan tersebut masih berupa wacana kampanye, bukan perubahan nama yang telah diputuskan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada apakah Trump membawa gagasan itu ke tahap kebijakan resmi—sebagaimana pernah ia lakukan terhadap sejumlah usulan nama tempat lainnya.

Garisnegeri